CONTOH ISI LAPORAN SMK OTOMOTIF
BAB I
PENDAHULUAN
Praktik kerja Lapangan (PKL) adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa/siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai bekal untuk terjun langsung ke dalam dunia kerja sesuai dengan program studi. Pelaksanaan PKL ditentukan oleh pihak sekolah dan intansi atau perusahaan yang akan menerima siswa/siswi SMK yang melaksanakan kegiatan tersebut.
Dengan terlaksananya Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini diharapkan siswa/siswi mendapatkan suatu gambaran yang nyata dalam menjejaki dunia kerja dan menerapkan semua ilmu dan pengalaman yang didapatkan dari pekerjaan yang dijalani, sehingga apabila terjun ke dunia kerja tidak mendapatkan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan dapat menerapkan keahlian yang dimilikinya dengan baik.
Kegiatan ini juga merupakan salah satu persyaratan di SMK Insan Mandiri Garut agar siswa/siswi dapat membandingkan antara materi di sekolah dengan dunia kerja. Guna merealisasikan proses pembelajaran yang efektif dan efisien, setiap satuan pendidikan melakukan penyusunan program pembelajaran yang dilakukan di sekolah dan di dunia kerja. Pembelajaran yang secara khusus diprogramkan untuk diselenggarakan di dunia kerja disebut dengan Praktik Kerja Lapangan.
Program PKL disusun bersama oleh sekolah dan institusi untuk memenuhi kebutuhan peserta didik, sekaligus merupakan wahana bagi dunia kerja (DUDI) untuk berkomunikasi dalam upaya pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan di SMK. Pengetahuan dan keterampilan ini harus dapat didemonstrasikan dengan standar industri yang ada, bukan standar relatif yang ditentukan oleh keberhasilan seseorang pada suatu kelompok.
AHASS CIKAJANG MOTOR 1 terletak di JL. Raya Padasuka No. 109 Cikajang – Garut, berdiri pada tanggal 1 Juni 1991 hingga sekarang ini didirikan oleh Hj. Ade Sumartini. Bengkel ini menyediakan berbagai suku cadang kendaraan bermotor khususnya roda dua dan melayani konsumen yang datang dengan berbagai kebutuhan. Dalam upaya memuaskan konsumennya bengkal AHASS CIKAJANG MOTOR 1 mempunyai Visi dan Misi sebagai berikut:
Visi:
“Melayani dan memberikan kepuasan pelayanan terhadap para pemilik sepeda motor Honda.”
Misi:
“Melayani purna jual SMH diiringi dan diimbangi kemajuan teknologi.”
2. Strukur Organigram Bengkel AHASS CIKAJANG MOTOR 1
STRUKTUR ORGANISASI BENGKEL
AHASS CIKAJANG MOTOR 1
Gambar 1.1 Struktur Organisasi Bengkel AHASS CIKAJANG MOTOR 1
3. Rekapitulasi Peralatan Bengkel
Rekapitulasi peralatan yang tersedia di bengkel dapat dilihat pada table dibawah ini:
Tabel 1.1 Rekapitulasi Peralatan Bengkel
|
No. |
Nama Alat |
Jumlah |
|
1 |
Kunci Inggris |
1 set |
|
2 |
Kunci L |
1 set |
|
3 |
Kunci T |
1 set |
|
4 |
Alat Press |
2 Buah |
|
5 |
Kunci Ring |
1 set |
|
6 |
Kunci Busi |
1 set |
|
7 |
Kunci Pas |
1 set |
|
8 |
Backlift |
2 Buah |
|
9 |
Gunting Baja |
3 Buah |
|
10 |
Tang |
1 set |
|
11 |
Dongkrak |
2 Buah |
|
12 |
Kompresor |
1 Buah |
|
13 |
Kunci Alfa |
1 set |
|
14 |
Obeng |
1 set |
|
15 |
Mesin Las |
1 Buah |
|
16 |
Slepan |
2 Buah |
|
17 |
Mesin Bor |
1 Buah |
|
18 |
Kunci Shok |
1 set |
|
19 |
Fly Wheel |
1 set |
|
20 |
Universal Holder |
2 Buah |
|
21 |
Cluth Spring Compressor |
1 set |
|
22 |
Cluth Holder |
1 set |
|
23 |
Torque Wrench |
1 Buah |
|
24 |
Sliding T |
1 set |
|
25 |
Bearing Remover Wight |
1 set |
4. Deskripsi Kerja atau Kegiatan Usaha
a. Penjualan sparepart motor
b. Engine:
1) Membongkar pasang mesin
2) Memeriksa pengapian pada mesin
c. Chasis:
1) Mengganti plat kopling
2) Menyetel garden
3) Bongkar pasang transmisi
d. Kelistrikan:
1) Memperbaiki rangkaian lampu
2) Mengecek alternator
3) Mengecek motor starter dan acc lainnya
e. Sistem Rem:
1) Ganti kampas rem
2) Buang angin palsu rem
3) Ganti central rem
Adapun tujuan pelaksanaan PKL, diantaranya:
a. Menerapkan disiplin dan tanggung jawab siswa/siswi dalam melaksanakan tugas.
b. Memperluas keterampilan siswa/siswi yang diperoleh dari tempat PKL
c. Membekali siswa/siswi dengan pengalaman yang sebenarnya dalam dunia usaha dan persiapan untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat umum.
d. Melatih siswa/siswi dalam bidang swasta
e. Untuk membekali siswa/siswi dengan pengalaman kerja sebagai persiapan untuk mencapai masa depan yang lebih baik.
f. Siap menghadapi industry dalam dunia kerja dimasa yang akan datang.
g. Meningkatkan mentalitas siswa/siswi di dalam mempersiapkan diri di dunia kerja.
Setelah melaksanakan PKL, setiap siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan dapat membuat laporan serta mengetahui bagaimana cara membuat dan menyusun laporan PKL tersebut sesuai dengan acuan dari sekolah. Adapun tujuan dari pembuatan laporan PKL ini adalah sebagai berikut:
a. Peserta didik dapat memahami, memanfaatkan, mengembangkan pembelajaran yang diperolah di sekolah dan lapangan kerja.
b. Salah satu syarat untuk mengikuti ujian akhir nasional
c. Untuk menunjang peningkatan peserta didik angkatan selanjutnya.
BAB II
PROSES PELAKSANAAN
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Kegiatan Praktik Kerja Industri (PKL) dilaksanakan selama 3 Bulan terhitung dari tanggal 1 Februari 2022 sampai dengan tanggal 21 April 2022. Sebelum pemberangkatan ke instansi yang diantar oleh pembimbing, pihak sekolah selalu mengadakan acara pelepasan yang dipimpin oleh kepala sekolah bersama tim Pokja PKL.
Gambar 2.1 Bengkel AHASS Cikajang Motor 1
Tempat pelaksanaan Praktik Kerja Industri (PKL) dilaksanakan di AHASS CIKAJANG MOTOR 1 bertempat di Jl. Raya Padasuka No109 Cikajang – Garut.
B. Peralatan dan Bahan Pendukung Kerja
Peralatan dan bahan pendukung kerja yang menunjang untuk memudahkan pelaksanaan pekerjaan bisa di lihat di tabel berikut ini:
Tabel 2.1 Peralatan Pendunkung Bengkel
|
No |
Peralatan |
Bahan |
|
1 |
Kunci Inggris |
Wadah penampung oli |
|
2 |
Kunci Shok |
- |
|
3 |
Kunci T |
- |
|
4 |
Kunci Ring Pass |
- |
|
5 |
Kunci Ring |
- |
|
6 |
Kunci Pass |
- |
|
7 |
Obeng (+) dan (-) |
- |
Proses pembakaran yang terjadi di dalam silinder adalah reaksi kimia tu, reaksi persenyawaan bahan bakar dengan udara (oxygen) yang diikuti dengan timbulnya panas. Panas yang dilepas selama proses pembakaran inilah yang digunakan untuk tenaga/power. Sesuai dengan kondisi kerjaa dari suatu mesin digunakan Karburator. Dengan demikian karburator merupakan bagian yang penting untuk memperoleh hasil kerja mesin yang maksimum dan efisien. Rangkaian Tune Up mesin yaitu penyetelan, pembersihan, pada karburator harus dilaksanakan.
Trotel harus bergerak bebas tidak terganjal-ganjal dan membuka full atau sebesar RPM ideal (sekrup penyetel) dan akan terbuka full apabila pedal gas di tarik penuh. Apabila trotel tidak bekerja sesuai dengan petunjuk maka dapat mengadakan penyetelan pada dua tempat.
Pertama, adakanlah penyetelan pada bagian daerah pedal gas sehingga trotel tampak terbuka penuh. Kedua, di dekat karburator ada penyetelan yang menyatu dengan kabel gas. Kabel gas tidak boleh terlalu tegang dan kaku karena hal itu akan menyebabkan dekselerasi (pedal gas dibebaskan) RPM mesin terlambat ke posisi stasioner dan bahan bakar bisa lebih boros.
Pada saat kendaraan hendak ditambah kecepatan, pedal gas ditekan karena mesin motor membutuhkan bahan bakar lebih banyak. Pompa akselerasi mempunyai tugas itu. Dari lubang atas karburator tampak semburan bensin. Apabila hasil semburan tidak lancar atau bahan bakar bahkan tidak ada, hal itu dapat disebabkan oleh dua hal; pertama, mungkin karburator sudah sangat haus sehingga pompa tidak dapat bekerja dengan baik atau kulit pompanya rusak. Kedua, didalam pompa akselerasi juga terdapat klep dari sebuah boll bearing. Waktu pompa diangkat, bensin akan masuk keruang pompa dan klep akan menutup begitu ditekan, sehingga bensin tersemprot dari saluran ke ruang intel dari karburator.
Saat kita mempersiapkan peralatan untuk mengganti oli mesin, biarkan mesin motor menyala selama kurang lebih 10 detik, sebelum memulai ganti oli. Kemudian, tempatkan motor pada permukaan yang datar dan pasanglah hand-rem atau rem tangannya. Kemudian letakan dongkrak di atas permukaan yang datar supaya bisa menopang body motor. Dongkrak bagian depan motor dengan hati-hati. Jika perlu masukan gigi satu untuk motor bertransmisi manual atau ganjal bagian belakang motor dengan pengganjal yang kuat untuk menahan beban berat motor.
Lihatlah pada buku manual dimana letak katup untuk membuang oli sisa, biasanya katup tersebut terletak dibagian depan, tengah dan bawah dari motor. Selanjutnya, pastikan mangkuk penampung oli bekas berada dibawah katup pembuang oli sebelum membuka katup tersebut. Gunakan kunci pembuka untuk membuka bagian katup tersebut searah dengan jarum jam (jika anda membukanya dari atas).
Biarkan oli keluar hingga benar-benar habis sementara bersihkan katup oli tersebut. Setelah oli benar-benar habis tutuplah kembali katup pembuangan oli dan bukalah katup oli bagian atas untuk memasukan oli yang baru. Kemudian kencangkan katup dengan wajar dan jangan terlalu kencang. Gantilah oli filyer lama dengan yang baru. Periksa sell daro filter dan tambahkan lapisan film baru yang tebal untuk melapisi sell. Kemudian pasanglah filter oli yang baru dan kencangkan dengan tangan.
Setelah filter baru terpasang, bukalah katup oli mesin, masukan corong dan tuangkan oli mesin yang baru sesuai dengan takaran yang telah ditetapkan pada buku panduan. Setelah takaran terpenuhi, tutuplah kembali tutup oli dan bersihkan.
Cara mengganti kampas rem bisa dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a. Dongkrak dan lepaskan ban depan motor yang akan diganti kampas remnya.
b. Kendorkan baut sebelah atas dengan gerakan menekan ke arah bawah.
c. Apabila mengalami kesulitan saat membuka, pegang mur sebelah dalam dengan menggunakan kunci pas sambil melakukan gerakan menahan.
d. Buka tutup disk.
e. Lepaskan kampas rem yang akan diganti dengan gerakan ke arah luar.
f. Lakukan hal yang sama, lepaskan kampas rem bagian dalam dengan gerakan ke arah dalam
g. Lepaskan plat yang menempel pada kampas yang lama dan pasangkan ke kampas baru.
h. Buka tutup minyak rem karena tinggi permukaan minyak rem akan naik.
i. Perhatikan saat mendorong masuk piston kemungkinan luber, sedot kelebihan minyak dengan alat suntik tinta printer.
j. Dorong piston rem dengan menggunakan kunci roda.
k. Beri ganjal, misalnya dengan kunci inggris atau dengan kampas rem bekas agar piston rem terdorong masuk lebih dalam supaya rem dapat terpasang tidak terganjal.
l. Cuci disk dan pasang kampas rem yang baru dengan posisi mencontoh letak kampas rem yang lama.
m. Pasang dan kencangkan baut-baut dengan arah menekan ke atas.
n. Kemudian pasang kembali ban dan lepaskan dongkrak.
|
Gambar 2.2 Membersihkan boring seher |
|
Gambar2.3 Membuka knalpot |
|
Gambar 2.4 Mengganti kom setir |
|
Gambar 2.5 Monitoring Pembimbing |
D. Implementasi Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja adalah suatu keadan dalam lingkungan atau tempat kerja yang dapat menjamin secara maksimal keselamatan orang-orang yang berada di daerah atau tempat tersebut, baik merupakan pegawai atau bukan dari organisasi itu. Implementasi adalah pelaksanan atau penerapan tidakan dari sebuah recana yang sudah di susun secara terperinci, yang di terapkan untuk di jalan kan sepenuhnya. Dari hasil pengamatan kami di bengkel ahass Cikajang Motor 1 sudah menerapkan keselamatan kerja lumayan baik.
Adapun yang berhubungan dengan keselamatan kerja Di Ahhas Cikajang Motor 1 diantaranya:
1. LIMA H (5H) YANG MELIPUTI :
a. Hijau udara
b. Hijau limbah
c. Hijau kesehatan
d. Hijau keselamatan
e. Hijau pepohonan
2. LIMA B (5B) YANG MELIPUTI :
a. Bersih pakaian
b. Bersih penampilan diri
c. Bersih peralatan
d. Bersih tempat kerja
E. Hasil yang Dicapai
Selama praktik kerja industry (PKL) berlangsung penulis dapat lebih memahami teori-teori yang dipelajari di sekolah dengan merealisasikannya langsung di dunia kerja. Adapun beberapa hasil yang telah dicapai setelah praktik lapangan adalah sebagai berikut:
1. Mengamalkan ilmu yang didapatkan melalui teori disekolah ke dalam dunia kerja nyata.
2. Dapat lebih mengenal dunia kerja secara langsung dan mendapatkan pengalaman yang berharga.
3. Dapat mengetahui permasalahan dan persoalan yang ada di dunia kerja sehingga menuntun kami kepada sikap yang lebih dewasa.
4. Menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas seputar dunia kerja
5. Menambah relasi dan kenalan dengan para senior yang sudah lama bergelut di dunia kerja.
BAB III
LAPORAN KEGIATAN
Dalam pelaksanaan kegiatan PKL ada beberapa hall yang menjadi faktor penting di antaranya adalah sebagai berikut:
Faktor-faktor pendukung PKL di bengkel AHASS CIKAJANG MOTOR 1 adalah sebagai berikut:
a. Diberikannya kesempatan untuk kerja di bengkel AHASS CIKAJANG MOTOR 1 dengan respon yang baik.
b. Dorongan semangat dan material dari orang tua
c. Bekal teori dari sekolah
d. Fisik dan mental yang baik
e. Kemampuan dan keterampilan siswa
f. Pola pikir yang harus lebih dewasa.
Faktor penghambat di bengkel AHASS CIKAJANG MOTOR 1 adalah sebagai berikut:
a. Perasaan bosan karena belum terbiasa dengan lingkungan kerja.
b. Pengetahuan tentang materi yang terkadang lupa pada saat menggunakannya di dunia kerja.
c. Jam kerja yang terlalu lama sehingga kami merasa lelah dan gagal fokus.
d. Teori yang kami dapat di sekolah berbeda dengan pelaksanaannya di dunia kerja.
e. Kurangnya pengalaman kerja sehingga mengharuskan kami untuk dapat menyesuaikan diri dengan lebih baik lagi.
Dapat menjalin kerja sama dengan dunia usaha seperti lembaga BUMN, BUMD, perusahaan swasta dan intansi pemerintah lainnya sehingga dapat mempromosikan diri di tengah dunia kerja. Selain itu, kegiatan ini bisa menjadi ajang pencarian bakat untuk siswa berprestasi.
Intansi dapat memenuhi tenaga kerja lepas yang berwawasan dari PKL tersebut. Dunia kerja atau intansi kerja tersebut akan memperoleh tenaga kerja yang sesuai dibidangnya. Kemudian praktik kerja lapangan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber informasi mengenai situasi intansi tempat praktik tersebut.
C. Pengembangan dan Tindak Lanjut
Selama pelaksanaan Praktik Kerja Industri (PKL) di bengkel AHASS CIKAJANG MOTOR 1 saya mendapatkan pengalaman untuk dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari terlebih lagi untuk bekal nanti di dunia kerja. Dengan adanya kegiatan ini sangat membantu siswa untuk lebih mengenal dunia kerja sehingga kemampuan yang tersimpan dapat tergali semaksimal mungkin. Harus ada perbaikan sistem dalam pengorganisaian di Bengkel tempat praktik kami melaksanakan PKL sehingga pelanggan atau konsumen merasa puas.
BAB IV
PENUTUP
Selama melaksanakan PKL banyak sekali manfaat yang diperoleh untuk proses pelajaran di masa sekarang dan masa yang akang datang. Namun begitu, masih ada beberapa hal yang harus lebih di tingkatkan lagi untuk progress yang lebih baik lagi ke depannya. Baik perbaikan dari pihak sekolah, tempat pelaksanaan PKL, begitupun dari siswa yang menjadi peserta kegiatan ini.
Selama melaksanakan kegiatan ini penyusun banyak mengalami hal-hal baru dan memiliki beberapa saran diantaranya:
a. Sebaiknya lebih memantapkan siswa untuk melaksanakan kegiatan ini di bengkel resmi dan bersertifikasi supaya siswa dapat memperoleh pengalaman kerja yang lebih maksimal.
b. Untuk Bapak/Ibu guru selaku kepala jurusan bisa mengecek siswanya satu persatu dalam hal skill dan keterampilannya sebelum ditempatkan di tempat praktik.
c. Peralatan bengkel sebaiknya dilengkapi untuk kelancaran bekerja.
d. Kebersihan bengkel hendaknya diperhatikan untuk kenyamanan bekerja.
e. Waktu harus lebih tertata dengan baik lagi sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar.
DAFTAR PUSTAKA
Team pokja PKL.(2022).Pedoman penulisan Laporan Praktik Kerja Industri (PKL). Garut:SMK Insan Mandiri Garut: Tidak diterbitkan
Team pokja PKL.(2022).Agenda Harian / Jurnal PKL. GARUT: SMK Insan Mandiri: Tidak diterbitkan
S, Ade (2016). Program Bengkel Ahass Cikajang Motor 1: tidak diterbitkan. Laporan PKL 2022
Komentar