Laporan TSM 2015



BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Negara Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang, hal ini dapat dilihat dengan adanya kegiatan pembangunan disemua sektor, baik di sektor pembangunan infrastuktur, pendidikan, dan kesehatan.
Oleh karena itu mutu pendidikan harus disesuaikan dengan laju pembangunan yang memerlukan berbagai macam keahlian dan keterampilan. Selain itu, untuk menanggulangi masalah pertumbuhan angka pengangguran yang terus meningkat, maka sistem pendidikan tersebut harus disesuaikan dengan lapangan kerja yang tersedia. Mengingat semakin besarnya arus globalisasi yang kian hari kian meningkat memacu kebutuhan akan tenaga profesional yang tinggi dibidangnya. Maka, salah satu upaya yang akan dilakukan demi terciptanya para profesional kerja untuk memenuhinya, sudah semestinya khususnya bagi dunia pendidikan dibidang kejuruan yang salah satu tujuan akhirnya mencetak generasi yang layak untuk aktif berperan didunia usaha yang semakin lama semakin berat dalam persaingan. Praktik kerja industri (PRAKERIN) merupakan suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian professional yang memadukan secara sistematik dan sinkronisasi program pendidikan di sekolah dan dunia usaha atau dunia industri yang dilakukan dengan bekerja langsung di dunia usaha/industri sehingga diperoleh satu tingkat keahlian professional tertentu yang dicapai siswa.
Praktik kerja industri ini merupakan kewajiban yang harus ditempuh oleh semua siswa SMK Insan Mandiri Garut yang dilaksanakan selama 2 bulan dan merupakan bagian dari penilaian keberhasilan belajar. Selama mengikuti program ini diharapkan dapat memiliki keahlian professional (Competency Professional ) yang ada di industri, seperti memiliki etos kerja yang meliputi seperti kemampuan kerja, motifasi kerja, inisiatif, kreatifitas serta disiplin dalam bekerja. Tujuan utama prakerin adalah sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Nasional. Selain itu, prakerin bertujuan untuk memperkenalkan dunia usaha diluar sana, agar mempunyai pengalaman bekerja dan memiliki pengetahuan tentang kendaraan ringan.
Pada dasarnya ilmu pengetahuan skill dan teknik dapat dipelajari di sekolah, sedangkan unsur kiat (arts) hanya dapat diperoleh melalui proses pembiasaan (habit formatting) dan internalisasi lansung pada bidang profesi tersebut. Prakerin merupakan suatu program pendidikan di sekolah menengah kejuruan (SMK) yang dirancang untuk menumbuhkan unsur kiat (arts) pada peserta didik, dengan jalan memberikan kesempatan untuk terjun langsung pada bidang profesi.

1.      Sejarah Berdirinya Bengkel Egies Motor
Bengkel Egies motor di Jl. Raya Pasar Lama Cikajang. Garut ,berdiri pada tahun 1980 hingga sekarag ini yang didirikan oleh bapak Asep. Bengkel ini menyediakan berbagai suku cadang kendaraan bermotor  khususnya roda dua dan melayani konsumen yang datang dengan berbagai kebutuhan.
Dalam upaya memuaskan konsumennya bengkel Egies Motor melayani konsumen dengan baik seperti menyediakan tempat duduk dan fasilitas lainnya.
a.       Visi dan Misi Bengkel Egies Motor
Visi :
            Menjadi pusat bengkel motor yang menyediakan spare part dan jasa service yang mengutamakan pada kepuasan pelanggan didukung dengan peralatan yang cukup. Dan teknisi  ahli yang kompeten serta pelayanan yang optimal dan terpercaya.
Misi :
1.      Memberikan solusi terbaik pada penyediaan suku cadang terbaik dan terpercaya.
2.      Memberikan pelayanan terbaik dan standar mutu pada pelanggan dengan menjalankan proses kerja terbaik sehingga pelanggan puas
3.      Mendahulukan kepentingan pelanggan untuk menjaga kepercayaan pelanggan pada bengkel.


2.      Struktur Bengkel Egies Motor

Organigram Bengkel


 































3.      Rekapitulasi Peralatan Bengkel Egies Motor
Rekapitulasi perusahaan atau Peralatan yang tersedia di bengkel Egies Motor dilihat pada tabel 1 di bawah ini

NAMA ALAT
KETERANGAN ALAT

KUNCI RING DAN PASS
1 SET

KUNCI RING
2 SET

KUNCI PASS
BUAH

OBENG (-) DAN (+)
3 BUAH

SKRAP DAN KUAS
1 SET

DONGKRAK
1 BUAH

KUNCI INGGRIS
1 SET

KUNCI SOK
1 SET

KUNCI MONYET
1 SET

TEPUK BELALANG
2 SET

KUNCI T
2 BUAH

ALAT PRESS
4  BUAH

KRECKER
1 BUAH

PAHAT
1 SET

KUNCI NEPEL
1 SET

PULLER GIGS
2 BUAH

Sumber Bengkel Egies Motor Tahun 2015 Cikajang.




4.      Kegiatan Usaha Bengkel Egies Motor
a.      Engine 
·         Membongkar Pasang Mesin.
·          Memeriksa Pengapian pada mesin
·         Ganti Oli
b.      Chasis
·         Mengganti Plat Kopling
·         Menyetel Gardan
·          Bongkar pasang transmisi
c.       Kelistrikan atau Pengapian
·         Memperbaiki Rangkaian Lampu
·         Mengecek Allternator
·          Mengecek Motor Stater Dan Acc lainnya 
d.      System Rem         
·         Ganti Prodo rem
·         Buang angin rem
·          Ganti sentral Rem
e.   Acsesories dan Sparepart
·         Melayani variasi motor
·         Jual sparepart semua jenis motor
B.       Tujuan
1.      Tujuan Pelaksanaan PKL
Praktik kerja lapngan ini sangat besar sekali manfaatnya bagi siswa-siswi yang duduk di bangku SMK.
a.       Menerapkan disiplin dan tanggung jawab siswa-siswi dalam melaksanakan tugas.
b.      Memperluas keterampilan siswa-siswi yang diperoleh dari tempat Prakerin.
c.       Membekali siswa-siswi dengan pengalaman yang sebenarnya dalam dunia usaha dan persiapan untuk menyesuaikan diri dengan masyarakat umum.
d.      Melatih siswa siswi dalam bidang swasta.
e.       Untuk membekali siswa-siswi dengan pengalaman kerja sebagai persiapan untuk mencapai masa depan yang  lebih baik.
f.       Siap menghadapi industry dan duniakerja di masa mendatang.
2. Tujuan Pembuatan Laporan
a.       Siswa mampu memahami ,menetapkan dan mengembangkan pelajaran yang didapat dari sekolah dan menerapkannya di dunia usaha kerja.
b.      Menyimpulkan data, guna kepentingan pribadi siswa untuk masa depan
c.       Salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional.
d.      Untuk menunjang peningkatan peserta didik angkatan selanjutnya





















BAB II
PROSES PELAKSANAAN

A.  Waktu dan Tempat Pelaksanaan
1.      Waktu Pelaksanaan
Kegiatan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) dilaksanakan selama 2 bulan dimulai tanggal 21 Maret  2015 sampai dengan  21 Mei  2015.
2.      Tempat Pelaksanaan
Tempat pelaksanaan Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) dilaksanakan di Egies Motor yang terletak di  JL.Raya Pasar Lama Cikajang
B.  Alat dan Bahan
Maupun alat dan bahan  dapat dilihat pada tabel 2.1 di bawah ini
ALAT
BAHAN
1.
Kunci inggris
Wadah Penampung Oli
2.
Kunci sok
Alas untuk meletakan komponen-komponen
3.
Kunci monyet
Onderdil / suku cadang motor
4.
Tepuk belalang
Oli
5.
Kunci t
Minyak Rem
6.
Alat press

7.
Kunci ring dan pass

8.
Kunci ring

9.
Kunci pass

10.
Obeng (-) dan (+)

11.
Skrap dan kuas

12.
Dongkrak

13.
Krecker

14.
Pahat

15.
Kunci nepel

16.
Puller gigs

3.      Proses Pengerjaan
Selama kegiatan PRAKERIN kegiatan yang saya laksanakan sebagai berikut :
a.       Pengecekan Rem dan Lampu indicator
b.      Pemeriksaan Peredam Kejut
c.       Pembersihan Carburator
d.      Penyetelan Katup klep
e.       Pemeriksaan Sistim Kemudi
f.       Penyetelan Rantai
g.      Pembersihan Spark Plug (Busi)
h.       Pembersihan Filter Carburator
i.        Penyetelan Handle Gas
j.        Penggantian Oli
k.      Pengecekan Baterai
l.        Pengecekan Settingan Carburator
m.    Test Drive (Uji Coba Jalan)
                        Langkah – langkah Pengerjaan
a.       Pengecekan Rem dan Lampu indicator
Untuk pengecekan rem, cek rem depan dan belakang. Untuk pengecekan rem depan tekan handle rem depan,apakah pengereman rem depan masih kuat atau lemah. Untuk  rem belakang,injak dengan kaki pedal rem belakang apakah rem belakang masih dalam keadaan baik atau tidak.
b.      Pemeriksaan Peredam Kejut
Memeriksa suspense Periksa suspensi belakang dan depan denagan cara menggoyangkan motor kedepan, ke belakang, ke atas, dan ke bawah. Periksa kemungkinan adanya kebengkokan dan kebocoran oli pada peredam kejut.
c.        Pembersihan Carburator
Buka carburator dengan obeng (+), lalu lepaskan komponen-komponen yang ada pada carburator, meliputi: Pilot jet, Main jet, Needle jet, Float (pelampung), Katup pelampung, Pilot air screw, Mangkok pelampung, dan Pin pelampung.
Kemudian bersihkan masing-masing komponen tersebut dengan bensin dan air compressor, lalu pasang kembali seperti semula.
d.      Penyetelan Katup klep
Buka tutup klep, lalu atur klep dengan menggunakan adjuster (penahan) dan kunci ring 8-10
e.       Pemeriksaan Sistim Kemudi
Pemeriksaan kemudi atau steering dan Periksa kemudi atau steering head pegang dengan kuat bagian bawah fork, dan goyangkan kedepan  dan kebelakang, kemudian setel kemudi dengan cara :
·         Kendorkan mur bagian atas
·          Atur kekencangan mur bagian bawah
·         Kencangkan sesuai spesifikasi
f.       Penyetelan Rantai
Kendorkan mur as roda belakang dengan kunci ring 14-17, lalu atur kekencangan rantai dengan kunci pas 10-12. Jika telah di atur kekencangan rantai nya kencangkan kembali mur as roda belakang.
g.      Pembersihan Spark Plug (Busi)
Buka spark plug dengan kunci shock 16, lalu bersihkan dengan sikat kawat dan amplas, jika sudah pasangkan kembali.
h.      Pembersihan Filter Karburator
Buka filter, lepaskan baut filter dengan obeng (+), lalu semprotkan dengan air kompresor agar filter kembali bersih,setelah di bersih kan pasang kembali.
i.        Penyetelan Handle Gas
Atur mur handle gas dengan kunci pas 10-12, lalu setel handle gas sesuai spesifikasi.
j.        Penggantian Oli
Buka baut oli dengan kunci 14-17,lalu keluarkan oli dari mesin setelah habis semua. Tutup kembali baut lalu buka tuangkan oli yang baru ke dalam mesin.
k.      Pengecekan Baterai
Meliputi sebagai berikut :
·         Pemeriksaan tegangan baterai dengan avometer standard 12V
·         Pengecekan terminal baterai dari kotoran yang menempel pada terminal      positive maupun negative
·         Pemeriksaan elektroda baterai (PbSoO4) dengan menggunakan hydrometer
l.        Pengecekan Settingan Carburator
Atur sekrup langsam dan sekrup udara pada Carburator. Settingan Sekrup Udara dari masing-masing tipe carburator :
·         BS (Vacum)                : 2 ¾ Putaran
·         TV Konvensional        : 1 ¾ Putaran
m.    Test Drive (Uji Coba Jalan)
Test drive dilakukan setelah semua kegiatan tune up telah dilaksanakan, tujuan test drive adalah memeriksa keadaan motor saat berjalan.
4.      Implementasi Keselamatan Kerja
Keselamatan kerja adalah upaya yang dilakukan untuk
mengurangi terjadinya kecelakaan, kerusakan dan segala bentuk
kerugian baik terhadap manusia, maupun yang berhubungan dengan
peralatan, obyek kerja, bengkel tempat bekerja, dan lingkungan kerja,
secara langsung dan tidak langsung.
Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab semua orang baik yang terlibat langsung dalam pekerjaan dan juga masyarakat produsen dan konsumen pemakai teknologi pada umumnya. Bahkan, sikap dan kebiasaan kerja merupakan kunci utama seorang teknisi yang sukses.
Secara umum, tujuan keselamatan kerja bagi pekerja profesional
teknologi sepeda motor dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.       Sebelum memulai kerja, sebaiknya setiap siswa wajib memahami peraturan dan tata tertib bengkel
b.      Melindungi tenaga kerja atas keselamatan fisik dan mental dalam melaksanakan pekarjaan
c.       Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja
d.      Obyek kerja diserahkan kepada siswa dari instruktur
5.      Hasil Yang Dicapai
Selama Praktik Kerja Industri ( PRAKERIN) berlangsung penulis dapat lebih memahami teori – teori yang dipelajari di sekolah dengan merealisasikan langsung di dunia kerja khususnya dibidang Tekhnik Sepeda Motor.
Adapun beberapa hasil yang dicapai setelah praktik di lapangan adalah sebagai berikut :
1.      Dapat mengenal dunia kerja secara langsung dan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga untuk masa yang akan datang
2.      Dapat mengetahui permasalahan dan persoalan dalam dunia kerja sehingga menuntun pada sikap yang lebih dewasa.
3.      Sebagai modal pengalaman kerja sebelum menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya.

















BAB  III
LAPORAN KEGIATAN

A.      Pelalaksanaan Kegiatan
Dalam pelaksanaan kegiatan Praktik Kerja Industri ( PRAKERIN ) ada beberapa hal yang mejadi faktor antara lain :
1.        Faktor Pendukung
Faktor-faktor yang mendukung pada kegiatan PKL di bengkel Egies Motor adalah sebagai berikut :
a.       Diberikannya kesempatan untuk kerja di bengkel Egies Motor dengan respon yang baik
b.      Dorongan semangat dan material dari orang tua
c.       Bekal teori dari sekolah
d.      Fisik dan mental yang baik
e.       Kemampuan dalam keterampilan siswa
2.        Faktor Penghambat
Faktor-faktor yang menjadi hambatan di bengkel Egies Motor adalah sebagai berikut :
a.       Kurangnya intruksi dari instruktur mekanik bengkel
b.      Kondisi iklim yang mempengaruhi fisik
c.       Kurangnya pengalaman di dunia kerja
B.    Manfaat Yang Dirasakan
1.  Bagi Siswa
Siswa mendapatkan keterampilan untuk melaksanakan program kerja pada perusahaan maupun instansi pemerintahan. Melalui Praktek Kerja Industri siswa mendapatkan bentuk pengalaman nyata serta permasalahan yang dihadapi dunia kerja. Selain itu, siswa akan menumbuhkan rasa tanggung jawab profesi di dalam dirinya melalui kegiatan ini.



2.       Bagi Sekolah
Sekolah dapat menjalin kerjasama dengan dunia usaha, Lembaga BUMN, BUMD, Perusahaan Swasta, dan Instansi Pemerintahan. Praktek Kerja Industri dapat mempromosikan keberadaan Sekolah di tengah-tengah dunia kerja.
3.       Bagi Instansi
Iinstitusi dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja lepas yang berwawasan dari Praktek Kerja Industri tersebut. Dunia kerja atau institusi kerja tersebut akan memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan bidangnya. Kemudian laporan Praktek Kerja Industri dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber informasi mengenai situasi umum institusi tempat praktek tersebut.
C.       Pengembangan Atau Tindak Lanjut
Selama pelaksanaan Praktik Kerja Industri ( PRAKERIN ) di bengkel Egies Motor penulis dapat pengalaman untuk dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya praktik Kerja Industri ini sangat membantu siswa untuk lebih mengenal dunia kerja sehingga kemampuan yang tersimpan dapat digali semaksimal mungkin, harus ada perbaikan system dalam pengorganisasian di bengkel Egies Motor sehingga pelanggan atau konsumen puas.









BAB  IV
PENUTUP

A.       Kesimpulan
Selama penulis melaksanakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) banyak sekali manfaat yang di peroleh untuk proses pembelajaran di masa sekarang dan masa yang akan datang.
Setelah melakukan Praktek Kerja Industri, diharapkan siswa dapat mengetahui kondisi kerja yang ada di perusahaan sebagai pengalaman nanti saat siswa ingin bekerja di perusahaan serupa.
Di dalam dunia industri khususnya di perbengkelan diperlukan teknisi yang handal dan dapat bekerja sama dengan tekhnisi yang lainnya, oleh karena itu dengan diadakannya prakerin ini dapat lebih membantu siswa untuk bekerja secara profesional dalam dunia industri.
B.            Saran-saran
Penulis berharap agar untuk ke depannya, Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) dapat ditingkatkan lagi, karena penulis beranggapan dengan adanya siswa yang dalam suatu bengkel atau perusahaan jumlahnya dari sekolah SMK Insan Mandiri melebihi kuota yang telah ditentukan ternyata masih banyak, sehingga dalam melaksanakan PRAKERIN tidak maksimal karena akan membuat siswanya menganggap PRAKERIN hanya sebagai suatu formalitas dalam sekolah dan mengakibatkan dalam pelaksanakan PRAKERIN yang akan datang, pihak bengkel atau perusahaan akan berfikir ulang untuk menerima siswa dari sekolah.






DAFTAR PUSTAKA
·  Peranginangin, Kasiman (2009). Dunia Otomotif. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset.
·  Soekirno, Harimurti ( 2015). Perangkat Otomotif Dan Kinerjanya. Jakarta: Elex Media Komputindo

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Duel Otak Premium 2.2 Terbaru

Kumpulan MDMA Terbaru Untuk Semua Jenis Modem GSM dan CDMA 2015-2016